Sabtu, 02 Januari 2016

the experiences in this holiday

liburan, kata yang sering terucap oleh sebagian besar anak sekolah di negara ini. Liburan, identik dengan berpergian, bersenang senang, dan penuh keceriaan. liburan, biasannya diartikan sebagai waktu dimana seseorang menenangkan diri dari hal yang membuat dirinya tak tenang seperti  ulangan ahir untuk para pelajar di negara ini.

tapi, apakah patut disebut liburan, jika hari demi hari selalu dipenuhi dengan kata kata yang berkesan menghina, dan menyuruh, terlebih jika kata kata itu diucapkan oleh keluargannya sendiri, pasti menyedihkan.

Liburan kali ini bagiku, adalahliburan yang lebih baik dari pada liburan tahun lalu. tahun lalu adalah liburan yang terburuk menurutku. betapa tidak, coba bayangkan, anda jadi aku, aku susah payah mengajak ayahku hanya ingin pergike pasar malam dulu. tapi, sesampai disana, aku tak diizinkan turun dan menikmati suasana, melainkan terus menjauh dari pasar malam itu dan pergi pulang.sangat menyedihkan.

Liburan kali ini, memang lebih mending dari liburan kala itu, aku diajak ke Wonosobo, ke pantai Ketawang dan sebagainnya. tapi setelah selesai, dan pulang, aku dirumah hanya tidur, disursuh suruh dan sebagainnya. memang itu adalah hal yang luwes jika seorang ortu menyuruh anaknya melakukan sesuatu. tapi itu takluwes lagi menurutku, karena mereka menyuruhku dengan kasar, memarahi setelah pekerjaanku selelsai, terlebih mereka tak memberiku penghargaan seperti upah maupun pujian, sungguh menyedihkan. hanya cemoohan yang menyudutkanku yang ku terima dari mereka.

tapi tak apalah, esok aku kan kembali sekolah, dan meninggalkan masa liburan sedih ini. lebih baik mengangkat telunjuk didepan gguru dan menjawab pertanyyaan, daripada harus begini
"I think, this is my worst holiday of the worst holiday last year"

artikel ini, telah kupublikasikan ke akun facebook dan tweeter ku di https://www.facebook.com/TaufanFansPageAlKhawarizmierz dan https://twitter.com/muhsalmanalfar7

Tidak ada komentar:

Posting Komentar